News Details
Wakil Menteri Haji dan Umrah Lakukan Kunjungan dan Pembinaan PPIH di Embarkasi Makassar, Tekankan Pelayanan Responsif dan Berintegritas
MAKASSAR, 13 Mei 2026 — Wakil
Menteri Haji dan Umrah Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME melakukan
kunjungan kerja ke Asrama Haji Embarkasi Makassar dalam rangka pembinaan kepada
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar. Kegiatan ini
menjadi momentum penguatan semangat pelayanan sekaligus konsolidasi seluruh
unsur penyelenggara haji pada musim haji tahun 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil
Menteri Haji dan Umrah didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji
dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan
(BBKK) Makassar, Kepala Kantor Imigrasi, Staf Khusus Wakil Menteri, Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, serta sejumlah
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan
serta tenaga PPIH dan tenaga pendukung PPIH embarkasi Makassar.
Selain memberikan pembinaan kepada
petugas PPIH, Wakil Menteri juga meninjau langsung pelayanan kesehatan di
poliklinik Asrama Haji Embarkasi Makassar. Dalam kesempatan tersebut, ia mendapatkan
laporan langsung tentang pelayanan kesehatan di Poliklinik dari Kepala BBKK
Makassar selaku Kepala Bidang Kesehatan PPIH, Bapak dr. Achmad Farchanny Tri
Adryanto, MKM. Selain itu Wakil Menteri juga berdialog secara interaktif dengan
tiga orang jemaah yang sedang menjalani perawatan dan observasi kesehatan.
Wakil Menteri menyampaikan perhatian
khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah serta memastikan pelayanan kesehatan
diberikan secara cepat, humanis, dan optimal. Ia juga memberikan motivasi
kepada para jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama proses
keberangkatan menuju Tanah Suci.
Dalam arahannya kepada seluruh
petugas, Wakil Menteri Haji dan Umrah menyampaikan apresiasi atas capaian dan
dedikasi Embarkasi Makassar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyebut
Embarkasi Makassar berhasil mempertahankan predikat terbaik selama tiga tahun
berturut-turut.
“Terima
kasih kepada seluruh petugas embarkasi. Embarkasi Makassar tiga tahun
berturut-turut menjadi juara satu. Ini adalah capaian yang luar biasa dan harus
terus dipertahankan,” ujarnya.
Ia
menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak dapat dilaksanakan oleh satu
institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya,
dukungan pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal pusat dan daerah,
hingga seluruh unsur pelayanan menjadi kunci sukses penyelenggaraan haji.
“Tahun 2026 adalah tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah mengelola penyelenggaraan haji. Ini menjadi pembuktian bahwa kebijakan Presiden sudah tepat,” ungkapnya.
Wakil
Menteri juga menekankan bahwa semangat utama pengelolaan haji adalah pelayanan
kepada jemaah. Oleh karena itu, seluruh petugas diminta mengedepankan sikap
responsif, empati, dan simpati dalam menjalankan tugas. “Responsif adalah kunci
pelayanan. Petugas harus memiliki simpati dan empati. Itu menjadi syarat utama
menjadi petugas haji dan bagian dari Kementerian Haji dan Umrah,” tegasnya. Ia
meminta seluruh petugas menanamkan nilai-nilai pelayanan tersebut dalam setiap
proses pelayanan kepada jemaah. Menurutnya, masyarakat harus dapat merasakan
kehadiran negara melalui pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif.
Dalam
kesempatan tersebut, Wakil Menteri juga menyinggung karakteristik masyarakat
Sulawesi Selatan yang sangat memuliakan ibadah haji. Ia menyebut haji bagi
masyarakat Sulsel bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga menyangkut nilai
“siri na pacce” yang bermakna kehormatan, kebanggaan, dan martabat.
Lebih
lanjut, ia memaparkan visi besar penyelenggaraan haji, yakni mewujudkan sukses
ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
Menurutnya, tantangan ke depan adalah mentransformasikan nilai-nilai haji ke
dalam kehidupan sosial masyarakat. “Haji adalah simbol keagungan kehidupan
sosial masyarakat. Nilai-nilai haji harus mampu memberi dampak dalam kehidupan
sehari-hari,” katanya.
Terkait
pengawasan penyelenggaraan haji, Wakil Menteri mengungkapkan bahwa jumlah haji ilegal
tahun ini mengalami penurunan signifikan. Hal tersebut tidak terlepas dari
ketegasan aparat dan koordinasi lintas sektor, termasuk imigrasi, kepolisian,
dan otoritas Arab Saudi. “Pemerintah Arab Saudi dari tahun ke tahun semakin
ketat dalam mencegah adanya haji ilegal. Tahun ini jumlahnya jauh berkurang
karena semua pihak bekerja tegas,” jelasnya.
Ia berharap
penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat terus memperbaiki seluruh aspek
pelayanan, sekaligus membangun budaya kerja baru di lingkungan Kementerian Haji
dan Umrah. “Corporate
culture yang baik dan baru adalah wajah baru Kementerian Haji dan Umrah.
Kita membutuhkan integritas dan kapasitas dari seluruh petugas,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Wakil Menteri
memberikan apresiasi khusus kepada PPIH Embarkasi Makassar yang dinilai
memiliki kekompakan dan semangat kerja tinggi. Ia berharap Embarkasi Makassar dapat menjadi contoh
bagi embarkasi lain di Indonesia. “Embarkasi Makassar diharapkan menjadi contoh
di daerah lain. Petugasnya sangat kompak, bergerak, dan berdampak,” tuturnya. Ia
juga menyampaikan bahwa petugas haji Indonesia tahun ini di Arab Saudi mendapat
apresiasi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena dinilai menjadi teladan
bagi negara-negara lain dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.
Setelah
memberikan arahan kepada petugas, Wakil Menteri melanjutkan kunjungan ke wisma
jemaah dan ruang makan Asrama Haji Embarkasi Makassar. Dalam kesempatan
tersebut, ia melakukan dialog interaktif dengan para jemaah haji untuk
mendengarkan secara langsung pengalaman dan masukan terkait pelayanan yang
diterima selama berada di embarkasi. Wakil Menteri
tampak menyapa jemaah secara langsung dan memastikan seluruh fasilitas serta
layanan berjalan dengan baik. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh
kekeluargaan.
Di akhir rangkaian kunjungan, Wakil
Menteri melakukan inspeksi ke dapur pengolahan makanan Asrama Haji Embarkasi
Makassar. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan bagi
jemaah berjalan sesuai standar kebersihan, kualitas, dan keamanan pangan. Ia
menekankan bahwa kualitas konsumsi menjadi bagian penting dalam pelayanan haji
karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan dan kenyamanan jemaah selama
berada di embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. (Nirwan)
Latest News
- Wakil Menteri Haji dan Umrah Lakukan Kunjungan dan Pembinaan PPIH di Embarkasi Makassar, Tekankan Pelayanan Responsif dan Berintegritas
- Perkuat Sinergi Lintas Sektor, BBKK Makassar Gelar Kegiatan Reviu Rencana Kontinjensi (Renkon) dan Table Top Exercise (TTX) di Pelabuhan Belang Belang
- Pemeriksaan Kesehatan Jemaah haji Tahap III Embarkasi Haji Makassar Tahun 2026: Implementasi Keputusan Menteri Haji dan Umrah No. 55 Tahun 2026 dalam Menjamin Kelaikan Terbang Jemaah
- Gerakan Integritas Bersama di Pelabuhan, BBKK Makassar Perkuat Komitmen Anti Korupsi dan Pelayanan Prima
- Kunjungan Kerja Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI pada Pelaksanaan ORI Campak di Kota Makassar