News Details

Wakil Menteri Haji dan Umrah Lakukan Kunjungan dan Pembinaan PPIH di Embarkasi Makassar, Tekankan Pelayanan Responsif dan Berintegritas

Info
dikirim pada May 14, 2026 12:00 AM
oleh: Nirwan, SKM, M.Kes

MAKASSAR, 13 Mei 2026 — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME melakukan kunjungan kerja ke Asrama Haji Embarkasi Makassar dalam rangka pembinaan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan semangat pelayanan sekaligus konsolidasi seluruh unsur penyelenggara haji pada musim haji tahun 2026.

 


Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar, Kepala Kantor Imigrasi, Staf Khusus Wakil Menteri, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, serta sejumlah Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan serta tenaga PPIH dan tenaga pendukung PPIH embarkasi Makassar.

 

Selain memberikan pembinaan kepada petugas PPIH, Wakil Menteri juga meninjau langsung pelayanan kesehatan di poliklinik Asrama Haji Embarkasi Makassar. Dalam kesempatan tersebut, ia mendapatkan laporan langsung tentang pelayanan kesehatan di Poliklinik dari Kepala BBKK Makassar selaku Kepala Bidang Kesehatan PPIH, Bapak dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, MKM. Selain itu Wakil Menteri juga berdialog secara interaktif dengan tiga orang jemaah yang sedang menjalani perawatan dan observasi kesehatan.

Wakil Menteri menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah serta memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara cepat, humanis, dan optimal. Ia juga memberikan motivasi kepada para jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama proses keberangkatan menuju Tanah Suci.

 


Dalam arahannya kepada seluruh petugas, Wakil Menteri Haji dan Umrah menyampaikan apresiasi atas capaian dan dedikasi Embarkasi Makassar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyebut Embarkasi Makassar berhasil mempertahankan predikat terbaik selama tiga tahun berturut-turut.

“Terima kasih kepada seluruh petugas embarkasi. Embarkasi Makassar tiga tahun berturut-turut menjadi juara satu. Ini adalah capaian yang luar biasa dan harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak dapat dilaksanakan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal pusat dan daerah, hingga seluruh unsur pelayanan menjadi kunci sukses penyelenggaraan haji.

“Tahun 2026 adalah tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah mengelola penyelenggaraan haji. Ini menjadi pembuktian bahwa kebijakan Presiden sudah tepat,” ungkapnya.


Wakil Menteri juga menekankan bahwa semangat utama pengelolaan haji adalah pelayanan kepada jemaah. Oleh karena itu, seluruh petugas diminta mengedepankan sikap responsif, empati, dan simpati dalam menjalankan tugas. “Responsif adalah kunci pelayanan. Petugas harus memiliki simpati dan empati. Itu menjadi syarat utama menjadi petugas haji dan bagian dari Kementerian Haji dan Umrah,” tegasnya. Ia meminta seluruh petugas menanamkan nilai-nilai pelayanan tersebut dalam setiap proses pelayanan kepada jemaah. Menurutnya, masyarakat harus dapat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif.


 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri juga menyinggung karakteristik masyarakat Sulawesi Selatan yang sangat memuliakan ibadah haji. Ia menyebut haji bagi masyarakat Sulsel bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga menyangkut nilai “siri na pacce” yang bermakna kehormatan, kebanggaan, dan martabat.

 

Lebih lanjut, ia memaparkan visi besar penyelenggaraan haji, yakni mewujudkan sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban. Menurutnya, tantangan ke depan adalah mentransformasikan nilai-nilai haji ke dalam kehidupan sosial masyarakat. “Haji adalah simbol keagungan kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai haji harus mampu memberi dampak dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

 

Terkait pengawasan penyelenggaraan haji, Wakil Menteri mengungkapkan bahwa jumlah haji ilegal tahun ini mengalami penurunan signifikan. Hal tersebut tidak terlepas dari ketegasan aparat dan koordinasi lintas sektor, termasuk imigrasi, kepolisian, dan otoritas Arab Saudi. “Pemerintah Arab Saudi dari tahun ke tahun semakin ketat dalam mencegah adanya haji ilegal. Tahun ini jumlahnya jauh berkurang karena semua pihak bekerja tegas,” jelasnya.

Ia berharap penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat terus memperbaiki seluruh aspek pelayanan, sekaligus membangun budaya kerja baru di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Corporate culture yang baik dan baru adalah wajah baru Kementerian Haji dan Umrah. Kita membutuhkan integritas dan kapasitas dari seluruh petugas,” ujarnya.

 

Di akhir arahannya, Wakil Menteri memberikan apresiasi khusus kepada PPIH Embarkasi Makassar yang dinilai memiliki kekompakan dan semangat kerja tinggi. Ia berharap Embarkasi Makassar dapat menjadi contoh bagi embarkasi lain di Indonesia. “Embarkasi Makassar diharapkan menjadi contoh di daerah lain. Petugasnya sangat kompak, bergerak, dan berdampak,” tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa petugas haji Indonesia tahun ini di Arab Saudi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena dinilai menjadi teladan bagi negara-negara lain dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

 

Setelah memberikan arahan kepada petugas, Wakil Menteri melanjutkan kunjungan ke wisma jemaah dan ruang makan Asrama Haji Embarkasi Makassar. Dalam kesempatan tersebut, ia melakukan dialog interaktif dengan para jemaah haji untuk mendengarkan secara langsung pengalaman dan masukan terkait pelayanan yang diterima selama berada di embarkasi. Wakil Menteri tampak menyapa jemaah secara langsung dan memastikan seluruh fasilitas serta layanan berjalan dengan baik. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

 

Di akhir rangkaian kunjungan, Wakil Menteri melakukan inspeksi ke dapur pengolahan makanan Asrama Haji Embarkasi Makassar. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan bagi jemaah berjalan sesuai standar kebersihan, kualitas, dan keamanan pangan. Ia menekankan bahwa kualitas konsumsi menjadi bagian penting dalam pelayanan haji karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan dan kenyamanan jemaah selama berada di embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. (Nirwan)

KOMENTAR

Tinggalkan Pesan





Ada yang bisa kami bantu?