News Details

Menkes Budi Gunadi Sadikin Perkuat Upaya Eliminasi Kusta dan Sinergi Kesehatan dalam Kunjungan Kerja di Makassar

Info
dikirim pada Jul 11, 2026 12:00 AM
oleh: Nirwan, SKM.,M.Kes

MAKASSAR, 11 Juli 2026 – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Kota Makassar pada Sabtu (11/7/2026). Kunjungan ini difokuskan pada percepatan eliminasi penyakit kusta serta penguatan program kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Penyambutan Hangat di Bandara Sultan Hasanuddin

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan Menkes di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Beliau disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham dan Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit dr. Andi Saguni, MA, bersama Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar, dr. Achmad Farchanny Tri Adrianto, MKM. Turut hadir dalam penjemputan tersebut jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenkes dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Misi Kemanusiaan di Kampung Kusta Jongaya

Dari bandara, Menkes langsung menuju wilayah kerja Puskesmas Jongaya untuk melakukan kunjungan kerja di Posyandu Asoka. Dalam kesempatan ini, Menkes meninjau langsung kondisi penderita kusta dan berdialog dengan warga di Kompleks Kusta Jongaya. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Konferensi Nasional Kusta 2026, yang menempatkan Sulawesi Selatan sebagai provinsi prioritas percepatan eliminasi kusta.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kota Makassar, dan Sasakawa Health Foundation dalam penanganan penyakit kusta, peningkatan layanan kesehatan, serta mendukung percepatan eliminasi kusta di Indonesia. Turut hadir mendampingi Menkes, Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2) Kementerian Kesehatan, Direktur Jenderal Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, perwakilan WHO Indonesia, Sasakawa Health Foundation, Direktur RS Tajuddin Chalid Makassar, Direktur RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Makassar dan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Selatan (KPA Sulsel).

Menkes menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) agar mereka dapat kembali berdaya di masyarakat. Data menunjukkan bahwa di Kompleks Jongaya sendiri, terdapat 276 OYPMK yang kini terus didampingi untuk mendapatkan inklusi sosial dan akses kesehatan yang lebih baik.

Dalam kunjungan tersebut, Menkes berdialog langsung dengan para penyintas, termasuk Muhammad Ali, seorang penyintas kusta yang kini tengah menjalani pengobatan. Menurut Menkes, kisah Muhammad Ali menjadi pengingat bahwa keterlambatan penemuan kasus dapat menyebabkan kecacatan, padahal kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan.

"Kusta bukan kutukan. Ini penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan ada obatnya. Kalau ditemukan sejak dini, bisa sembuh. Bahkan setelah mulai minum obat, penderita sudah tidak menularkan penyakitnya. Jadi masyarakat tidak perlu takut, tetapi segera membawa anggota keluarga yang memiliki gejala untuk diperiksa," ujar Menkes.

Menkes menegaskan, tantangan terbesar dalam penanggulangan kusta saat ini bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga menghapus stigma yang membuat penyintas dikucilkan dari keluarga maupun masyarakat.

"Kita ingin para penyintas tidak hanya sembuh secara medis, tetapi juga kembali diterima di tengah masyarakat. Tidak boleh ada lagi diskriminasi terhadap penyintas kusta," pungkasnya.

 


Menjadi Pembicara Utama di Puncak Peringatan HKG PKK

Agenda berlanjut ke Hotel Claro Makassar, di mana Menteri Kesehatan hadir sebagai narasumber dalam acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK. Mengusung tema ”Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, Menkes memaparkan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi bangsa dalam menciptakan generasi yang sehat.

Beliau memberikan apresiasi kepada kader PKK yang menjadi penggerak utama di Posyandu untuk mendukung program prioritas seperti penurunan stunting, pencegahan TBC, dan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sinergi antara Kemenkes dan PKK diperkuat melalui rencana kerja 2026-2029 yang mencakup penguatan kapasitas SDM dan akses layanan kesehatan masyarakat.

Tinjauan Infrastruktur di RSU Vertikal Makassar di Kawasan CPI

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Menkes menyempatkan diri mengunjungi RSU Vertikal Kemenkes yang terletak di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan tingkat lanjut di Sulawesi Selatan dalam melayani masyarakat secara luas.

Setelah menyelesaikan agenda padat di Makassar, Menteri Kesehatan beserta rombongan kembali menuju Bandara Sultan Hasanuddin untuk perjalanan pulang ke Jakarta. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Makassar dan percepatan target nasional eliminasi kusta di Indonesia. (Nirwan)

KOMENTAR

Tinggalkan Pesan





Ada yang bisa kami bantu?