News Details
Wamenkes RI Lakukan Kunjungan Kerja di Sulawesi Selatan, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, Penanggulangan TBC, dan Program MBG
Makassar 14 Januari 2026, Wakil
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr.
Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR melaksanakan kunjungan kerja ke
Provinsi Sulawesi Selatan pada 12–14
Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan
program prioritas nasional bidang kesehatan berjalan optimal, mulai dari
layanan kesehatan di pintu masuk negara, penanggulangan Tuberkulosis (TBC),
hingga penguatan sumber daya manusia kesehatan.
Pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 19.15 WITA, setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Makassar, Wamenkes RI langsung meninjau Klinik Domestik Bandara Sultan Hasanuddin. Peninjauan ini
dilakukan untuk melihat kesiapan layanan kesehatan bandara, termasuk kualitas
pelayanan medis serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes
RI didampingi oleh Kepala Balai Besar
Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar dr. Farchanny Tri Adryanto, MKM,
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
Sulawesi Selatan DR. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK, M. Kes serta
pimpinan fasilitas kesehatan rujukan, yaitu Direktur Utama dan jajaran Direksi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, RSU dr. Tadjuddin Chalid, RS Mata, dan RSUP Makassar. Turut hadir pula Direktur Poltekkes Kemenkes, Kepala BB Labkesmas, Kepala
Balai Labkesmas, serta Kepala
BPFK Makassar.
Dalam arahannya, Wamenkes RI
menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan kesehatan di klinik bandara,
mengingat bandara merupakan titik vital dengan mobilitas masyarakat yang
tinggi. Peningkatan tersebut mencakup aspek pelayanan, tenaga kesehatan, serta
sarana dan prasarana pendukung.
Pada Selasa, 13 Januari 2026, Wamenkes RI melanjutkan kunjungan kerja
dalam rangka penanggulangan
Tuberkulosis (TBC) dan pelaksanaan Program Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan pertama dilakukan di Puskesmas Ballaparang, Kota Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes RI didampingi oleh Wali Kota Makassar bersama jajarannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran UPT Kementerian Kesehatan dan kader
kesehatan serta penyintas TB.
Wali Kota Makassar melaporkan bahwa jumlah penderita TBC di Kota Makassar mencapai 9.885 orang dari sekitar 1,4 juta penduduk. Untuk menanggulangi TBC, Pemerintah Kota Makassar telah meluncurkan inovasi “Hantu Mesra”, yaitu Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga, sebuah pendekatan aktif dan humanis dalam mendeteksi dini serta menekan angka penularan TBC di tingkat masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil
Menteri Kesehatan menilai bahwa keunggulan program ini ialah
menerapkan strategi active
case finding dengan mendatangi langsung rumah warga untuk
mendeteksi dini kasus TBC, sekaligus mengedukasi masyarakat. "Melalui
program ini, petugas mendatangi rumah warga, meningkatkan active case finding, dan
jika ditemukan orang sakit langsung dilakukan prinsip TOSS TB, yakni Temukan,
Obati, Sampai Sembuh," jelas Wamenkes.
Ia menambahkan pemerintah pusat memiliki tugas
besar untuk menurunkan angka TBC secara nasional dari Aceh hingga Papua. Oleh
karena itu pendekatan yang dinilai efektif di daerah akan diadopsi menjadi
bagian dari strategi nasional.
Selanjutnya Wamenkes RI menyampaikan
bahwa Kementerian Kesehatan akan mendukung deteksi dini TBC melalui pembagian alat rontgen portabel dengan
berat sekitar 3 kilogram yang
dapat dioperasionalkan langsung di lapangan. Alat ini akan dibagikan secara bertahap ke seluruh Puskesmas
guna mempercepat penemuan kasus. Upaya pengendalian TBC juga akan
diintegrasikan dengan cek kesehatan
gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam
urat, serta pemeriksaan kesehatan lainnya.
Masih dalam rangkaian kunjungan hari
kedua, Wamenkes RI melanjutkan agenda ke Kantor Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, untuk melihat
secara langsung pelaksanaan program
penanggulangan TBC di Kabupaten Gowa. Dalam kunjungan ini, Wamenkes RI
berdialog dengan kader kesehatan,
washor TBC, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit, serta Bupati Gowa terkait perkembangan dan
tantangan penanggulangan TBC di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Wamenkes RI
menyampaikan bahwa kunjungannya ke Provinsi Sulawesi Selatan khusunya Kab. Gowa
ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan
implementasi program hasil terbaik cepat (quick wins) Presiden Prabowo di
sektor kesehatan berjalan optimal hingga ke tingkat layanan dasar. Terdapat
delapan program prioritas nasional
yang dipantau langsung oleh Presiden pada tahun 2026, dengan implementasi pada
kegiatan di antaranya:
- Pencegahan stunting melalui
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
dengan total anggaran mencapai Rp335
triliun, yang harus dikawal bersama agar tepat sasaran.
- Penanggulangan Tuberkulosis, melalui pemetaan kasus, pembagian rontgen portabel,
dan penguatan active case finding. Program P2 TBC akan dilaksanakan
melalui kerja sama lintas sektor dengan Kementerian Dalam Negeri dan TNI. Pembagian rontgen portabel
direncanakan mulai Maret 2026.
Rangkaian kunjungan kerja Wamenkes
RI selanjutnya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Vertikal
Makassar
yang terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI)
Makassar. Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes RI
meninjau fasilitas, sarana, dan prasarana rumah sakit,
serta melihat secara langsung pelayanan kesehatan bagi pasien
Tuberkulosis.
Sebagai rumah sakit vertikal yang relatif baru,
RSU Vertikal Makassar dinilai
memiliki lokasi yang sangat strategis. Rumah sakit ini juga menawarkan pemandangan yang indah, menghadap langsung ke Pantai Losari dan panorama Kota Makassar, sehingga diharapkan dapat memberikan
kenyamanan bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
Setelah meninjau beberapa bagian di
RS Vertikal Makassar, Wamenkes melanjutkan kunjungan ke Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Makassar. Rombongan Wamenkes
diterima oleh Direktur Poltekkes
Makassar bersama civitas
akademika.
Dalam arahannya di Poltekkes
Makassar, Wamenkes RI menegaskan bahwa Poltekkes memiliki peran strategis dalam
mencetak tenaga kesehatan siap pakai,
karena proses pendidikan yang mengintegrasikan teori dan praktik secara
langsung sehingga lulusan siap bekerja setelah menyelesaikan pendidikan. Ia
juga menyoroti pentingnya dukungan Poltekkes terhadap program prioritas nasional BGN, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
sebagai ujung tombak pelaksanaan MBG. Menurutnya, saat ini tenaga gizi dan kesehatan lingkungan masih
sangat terbatas.
Wamenkes RI mendorong agar SPPG yang telah memiliki Sertifikat Higiene
dan Laik Sehat (SHLS) dapat menjalin kerja sama dengan Poltekkes sebagai
lokasi magang mahasiswa,
sehingga dapat memperkuat kompetensi lulusan sekaligus mendukung program
nasional.
Melalui rangkaian kunjungan kerja
ini, Wamenkes RI berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah,
fasilitas pelayanan kesehatan, serta institusi pendidikan kesehatan dapat
semakin kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi
Sulawesi Selatan.
Pada hari ketiga kunjungan kerja di
Makassar, Selasa 14 Januari 2025, Wakil Menteri Kesehatan RI
dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P (K) melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, ST di Rumah Jabatan
Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes RI menyerahkan bantuan alat rontgen portabel kepada Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan. Sarana ini dinilai sangat penting
dalam mendukung upaya deteksi dini dan penanggulangan
Tuberkulosis (TB), khususnya di wilayah dengan keterbatasan
akses fasilitas kesehatan.
Selanjutnya, Wamenkes RI dan Gubernur Sulawesi
Selatan melakukan diskusi dan dialog strategis
yang membahas penguatan program penanggulangan TB di
Provinsi Sulawesi Selatan,
implementasi program BGN, serta penguatan
kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi
dalam percepatan dan penguatan program kesehatan. Pertemuan ini diharapkan
semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan derajat kesehatan
masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih baik.
Sebagai agenda penutup kunjungan kerja di
Makassar, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus
Octavianus, Sp.P (K) melakukan kunjungan ke Balai Besar
Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar yang berlokasi di Klinik Keberangkatan Lantai 3 Terminal Bandara Udara Internasional Sultan
Hasanuddin Makassar.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes RI meninjau langsung proses pelayanan kekarantinaan kesehatan di bandara, mulai dari pelayanan kesehatan pelaku perjalanan hingga kesiapsiagaan kedaruratan kesehatan. Wamenkes juga mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala BBKK Makassar dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, MKM terkait berbagai inovasi layanan, di antaranya pemanfaatan motor listrik (MOLIS) untuk mendukung mobilitas petugas serta layanan “Telepon Ma”, sebuah layanan cepat respons kegawatdaruratan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan petugas kekarantinaan kesehatan.
Inovasi ini bertujuan untuk mempercepat respons kedaruratan medik sekaligus mendukung pelayanan kesehatan keliling di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin, sehingga pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa bandara dapat diberikan secara cepat, efektif, dan ramah lingkungan. Wamenkes RI mengapresiasi upaya BBKK Makassar dalam menghadirkan inovasi pelayanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta keselamatan kesehatan di pintu masuk negara. (Nirwan)
Latest News
- Wamenkes RI Lakukan Kunjungan Kerja di Sulawesi Selatan, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, Penanggulangan TBC, dan Program MBG
- BBKK Makassar Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan Resolusi Transformasi Tata Kelola Kekarantinaan Kesehatan
- Peringati HAKORDIA, BBKK Makassar Gelar Sosialisasi Resolusi Transformasi Tata Kelola Kekarantinaan Kesehatan
- Pastikan Pangan Aman di Momen Nataru, BBKK Makassar Awasi Gerai Bandara dan Pelabuhan
- Apel Pembukaan Posko Terpadu Natal 2025 dan Tahun Baru 2026: Perkuat Koordinasi dan Kesiapan Personil