News Details

Tingkatkan Standar Pelayanan, BBKK Makassar Bekali Petugas Pelabuhan Laut dengan Kemampuan "Service Excellence" dan Integritas

Info
dikirim pada Jan 28, 2026 12:00 AM
oleh: Surahman Syam, SKM

MAKASSAR – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar mengambil langkah strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan di pintu gerbang utama Indonesia Timur. Pada Selasa (27/01/2026), institusi ini menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi petugas di Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Laut Makassar melalui metode Problem Based Group Discussion (PBGD) dan Role Play.

Kegiatan yang berlangsung secara luring ini dirancang khusus untuk menghadapi kompleksitas tantangan kesehatan masyarakat di pelabuhan. Pelabuhan Makassar, sebagai titik sentral lalu lintas orang dan barang, menuntut petugas yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga unggul dalam aspek komunikasi dan analisis masalah.


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BBKK Makassar yang hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan antara kompetensi profesional dengan prinsip moral yang kokoh. Beliau mengingatkan bahwa fondasi utama seorang ASN adalah ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Laksanakan perintah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan jauhi segala larangan-Nya. Jika prinsip moral ini sudah tertanam, maka integritas secara otomatis akan menjadi bagian tak terpisahkan dari diri setiap petugas," tegas pimpinan dalam arahannya di hadapan 35 peserta yang terdiri atas seluruh pegawai di wilker Pelabuhan Laut Makassar, serta beberapa peserta dari Kantor Induk BBKK Makassar.

Lebih lanjut, pimpinan memberikan pesan motivasi mengenai kedisiplinan dan perubahan perilaku. Menurut beliau, sesuatu yang terasa berat untuk dilaksanakan pada awalnya harus sedikit dipaksakan agar nantinya bisa bertransformasi menjadi sebuah kebiasaan yang positif dalam bekerja.



Beliau juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengamalkan secara nyata lima budaya kerja BBKK Makassar, yang dikenal dengan akronim "BBKK Makassar 12345", Budaya kerja ini diharapkan menjadi napas dalam setiap tindakan petugas saat melayani masyarakat di lapangan. Akronim BBKK Makassar 12345 mengandung makna; Minimal 1 pekerjaan tuntas setiap hari, mengerjakan 2 kebaikan setiap hari, 3 S (senyum, sapa dan salam), hadir 4 menit sebelum kegiatan dimulai, serta 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)

Tak lupa, moto BBKK Makassar yakni "Melayani, Adil, Ramah, Amanah, Jujur, dan Akuntabel" yang disingkat MARAJA turut digaungkan dalam pembukaan tersebut. Motto ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh pegawai agar selalu memberikan kontribusi terbaik dan menjaga nama baik institusi di mata publik maupun stakeholder terkait.

Memasuki sesi inti pertama, dr. Juniarty Naim, M.K.M, hadir sebagai narasumber. Beliau yang merupakan Dokter Ahli Muda sekaligus Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) memberikan materi krusial mengenai pencegahan korupsi di lingkungan kerja kekarantinaan.


Dalam paparannya, dr. Juniarty menekankan bahwa pelayanan prima tidak akan pernah terwujud tanpa adanya integritas. Beliau membedah berbagai potensi gratifikasi dan maladministrasi yang mungkin terjadi dalam pelayanan di pelabuhan serta cara-cara preventif untuk menghindarinya.

Pencegahan korupsi dipandang sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan publik. Dengan pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai anti-korupsi, petugas diharapkan mampu menjaga profesionalisme meskipun berada dalam situasi lapangan yang penuh tekanan.

Setelah pembekalan integritas, kegiatan dilanjutkan dengan metode PBGD. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan studi kasus nyata yang sering terjadi di Pelabuhan Makassar, mulai dari kendala administrasi hingga penanganan risiko penularan penyakit.

 

Metode experiential learning ini sengaja dipilih agar pembelajaran bersifat kontekstual dan aplikatif. Peserta dituntut untuk memecahkan permasalahan nyata yang mereka hadapi sehari-hari, sehingga solusi yang dihasilkan dapat langsung diimplementasikan.

Salah satu sesi yang paling dinanti adalah Role Play atau simulasi. Dalam sesi ini, petugas melatih keterampilan komunikasi efektif dan empati saat berhadapan dengan pengguna jasa. Simulasi mencakup skenario menghadapi keluhan hingga prosedur karantina yang ketat namun tetap santun.

Pelatihan ini juga memanfaatkan teknologi digital melalui Learning Management System (LMS) Plataran Sehat. Pemanfaatan platform milik Kementerian Kesehatan ini memastikan bahwa proses pembelajaran terdokumentasi secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan bagi pengembangan karier pegawai.

 


Melalui simulasi dan diskusi interaktif, kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat terus diasah. Hal ini sangat krusial mengingat dinamika di pelabuhan yang sangat cepat, di mana keterlambatan keputusan bisa berdampak pada risiko kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Kerja sama tim juga menjadi poin evaluasi utama dalam kegiatan ini. Petugas dari berbagai fungsi diuji kekompakannya dalam menangani skenario kedaruratan kesehatan, guna memastikan respons yang terintegrasi saat menghadapi ancaman penyakit infeksi baru.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.15 WITA ini berhasil menciptakan suasana belajar yang dinamis. Sharing pengalaman antar petugas senior dan junior menjadi nilai tambah yang memperkaya wawasan kolektif para peserta.

Harapan besar disematkan pada hasil pelatihan ini. Selain meningkatkan kemampuan analisis, para petugas diharapkan mampu bertransformasi menjadi pelayan publik yang memiliki empati tinggi dan mampu memberikan solusi bagi pengguna jasa tanpa melanggar aturan.

Secara jangka panjang, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan. Transformasi budaya kerja bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di pelabuhan.


Sebagai penutup, seluruh peserta berkomitmen untuk membawa semangat baru ke unit kerja masing-masing. Dengan dukungan kapasitas yang mumpuni dan integritas yang terjaga, BBKK Makassar optimis dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional di wilayah timur Indonesia. (Shaquille

KOMENTAR

Tinggalkan Pesan





Ada yang bisa kami bantu?