News Details
Tingkatkan Standar Pelayanan, BBKK Makassar Bekali Petugas Pelabuhan Laut dengan Kemampuan "Service Excellence" dan Integritas
MAKASSAR – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar mengambil
langkah strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan di pintu gerbang utama
Indonesia Timur. Pada Selasa (27/01/2026), institusi ini menggelar pelatihan
peningkatan kapasitas bagi petugas di Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Laut
Makassar melalui metode Problem Based Group Discussion (PBGD) dan Role
Play.
Kegiatan yang berlangsung secara luring ini dirancang khusus untuk
menghadapi kompleksitas tantangan kesehatan masyarakat di pelabuhan. Pelabuhan
Makassar, sebagai titik sentral lalu lintas orang dan barang, menuntut petugas
yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga unggul dalam aspek komunikasi
dan analisis masalah.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BBKK Makassar yang hadir sebagai keynote
speaker. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan antara
kompetensi profesional dengan prinsip moral yang kokoh. Beliau mengingatkan
bahwa fondasi utama seorang ASN adalah ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Laksanakan perintah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan jauhi
segala larangan-Nya. Jika prinsip moral ini sudah tertanam, maka integritas
secara otomatis akan menjadi bagian tak terpisahkan dari diri setiap
petugas," tegas pimpinan dalam arahannya di hadapan 35 peserta yang
terdiri atas seluruh pegawai di wilker Pelabuhan Laut Makassar, serta beberapa
peserta dari Kantor Induk BBKK Makassar.
Lebih lanjut, pimpinan memberikan pesan motivasi mengenai kedisiplinan
dan perubahan perilaku. Menurut beliau, sesuatu yang terasa berat untuk
dilaksanakan pada awalnya harus sedikit dipaksakan agar nantinya bisa
bertransformasi menjadi sebuah kebiasaan yang positif dalam bekerja.
Beliau juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengamalkan secara
nyata lima budaya kerja BBKK Makassar, yang dikenal dengan akronim "BBKK Makassar
12345", Budaya kerja ini diharapkan menjadi napas dalam setiap tindakan
petugas saat melayani masyarakat di lapangan. Akronim BBKK Makassar 12345
mengandung makna; Minimal 1 pekerjaan tuntas setiap hari, mengerjakan 2
kebaikan setiap hari, 3 S (senyum, sapa dan salam), hadir 4 menit sebelum
kegiatan dimulai, serta 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)
Tak lupa, moto BBKK Makassar yakni "Melayani, Adil, Ramah, Amanah, Jujur,
dan Akuntabel" yang disingkat MARAJA turut digaungkan dalam pembukaan
tersebut. Motto ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh pegawai
agar selalu memberikan kontribusi terbaik dan menjaga nama baik institusi di
mata publik maupun stakeholder terkait.
Memasuki sesi inti
pertama, dr. Juniarty Naim, M.K.M, hadir sebagai narasumber. Beliau yang
merupakan Dokter Ahli Muda sekaligus Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) memberikan
materi krusial mengenai pencegahan korupsi di lingkungan kerja kekarantinaan.
Dalam paparannya, dr.
Juniarty menekankan bahwa pelayanan prima tidak akan pernah terwujud tanpa
adanya integritas. Beliau membedah berbagai potensi gratifikasi dan
maladministrasi yang mungkin terjadi dalam pelayanan di pelabuhan serta
cara-cara preventif untuk menghindarinya.
Pencegahan korupsi dipandang sebagai langkah awal untuk membangun
kepercayaan publik. Dengan pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai
anti-korupsi, petugas diharapkan mampu menjaga profesionalisme meskipun berada
dalam situasi lapangan yang penuh tekanan.
Setelah pembekalan integritas, kegiatan dilanjutkan dengan metode PBGD.
Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan studi kasus
nyata yang sering terjadi di Pelabuhan Makassar, mulai dari kendala
administrasi hingga penanganan risiko penularan penyakit.
Metode experiential learning ini sengaja dipilih agar pembelajaran
bersifat kontekstual dan aplikatif. Peserta dituntut untuk memecahkan
permasalahan nyata yang mereka hadapi sehari-hari, sehingga solusi yang
dihasilkan dapat langsung diimplementasikan.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah Role Play atau
simulasi. Dalam sesi ini, petugas melatih keterampilan komunikasi efektif dan
empati saat berhadapan dengan pengguna jasa. Simulasi mencakup skenario
menghadapi keluhan hingga prosedur karantina yang ketat namun tetap santun.
Pelatihan ini juga memanfaatkan teknologi digital melalui Learning
Management System (LMS) Plataran Sehat. Pemanfaatan platform milik
Kementerian Kesehatan ini memastikan bahwa proses pembelajaran terdokumentasi
secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan bagi pengembangan karier pegawai.
Melalui simulasi dan diskusi interaktif, kemampuan pengambilan keputusan
secara cepat dan tepat terus diasah. Hal ini sangat krusial mengingat dinamika
di pelabuhan yang sangat cepat, di mana keterlambatan keputusan bisa berdampak
pada risiko kesehatan masyarakat yang lebih luas.
Kerja sama tim juga
menjadi poin evaluasi utama dalam kegiatan ini. Petugas dari berbagai fungsi
diuji kekompakannya dalam menangani skenario kedaruratan kesehatan, guna
memastikan respons yang terintegrasi saat menghadapi ancaman penyakit infeksi
baru.
Kegiatan yang
berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.15 WITA ini berhasil menciptakan suasana
belajar yang dinamis. Sharing pengalaman antar petugas senior dan junior
menjadi nilai tambah yang memperkaya wawasan kolektif para peserta.
Harapan besar disematkan
pada hasil pelatihan ini. Selain meningkatkan kemampuan analisis, para petugas
diharapkan mampu bertransformasi menjadi pelayan publik yang memiliki empati
tinggi dan mampu memberikan solusi bagi pengguna jasa tanpa melanggar aturan.
Secara jangka panjang, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan. Transformasi budaya kerja bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di pelabuhan.
Sebagai penutup, seluruh peserta berkomitmen
untuk membawa semangat baru ke unit kerja masing-masing. Dengan dukungan
kapasitas yang mumpuni dan integritas yang terjaga, BBKK Makassar optimis dapat
terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional di
wilayah timur Indonesia. (Shaquille
Latest News
- Tingkatkan Standar Pelayanan, BBKK Makassar Bekali Petugas Pelabuhan Laut dengan Kemampuan "Service Excellence" dan Integritas
- Wamenkes RI Lakukan Kunjungan Kerja di Sulawesi Selatan, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, Penanggulangan TBC, dan Program MBG
- BBKK Makassar Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan Resolusi Transformasi Tata Kelola Kekarantinaan Kesehatan
- Peringati HAKORDIA, BBKK Makassar Gelar Sosialisasi Resolusi Transformasi Tata Kelola Kekarantinaan Kesehatan
- Pastikan Pangan Aman di Momen Nataru, BBKK Makassar Awasi Gerai Bandara dan Pelabuhan