News Details
PELATIHAN KESIAPSIAGAAN DAN PENANGGULANGAN KEDARURATAN NUKLIR/ RADIOLOGI BAGI PETUGAS KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
Jakarta - Tingginya
risiko potensi ancaman
penggunaan bahan nuklir atau radioaktif untuk tindak kejahatan atau terorisme.
Indonesia pun memiliki potensi terdampak ujicoba senjata nuklir atau kecelakaan
reaktor nuklir yang berasal dari negara lain, oleh sebab itu, BAPETEN melalui Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan
Nuklir (DKKN) menyelenggarakan pelatihan
Kesiapsiagaan Nuklir dan Keamanan Nuklir Indonesia dalam
rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas petugas, pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang peserta, dari
beberapa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan petugas Direktorat Surveilans Karantina Kesehatan selama
dua hari mulai tanggal 3 – 4 September 2019, pada pelatihan ini KKP Kelas I Makassar
mengirimkan 4 orang petugas.
Acara dibuka oleh
Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Bapak Ir. Dedik Eko Sumargo, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan kesiapsiagaan
dan penanggulangan kedaruratan nuklir ini merupakan salah satu implementasi
pilar dari I-CoNSEP yaitu peningkatan capacity building terhadap
Sumber Daya Manusia (SDM). Materi dari instruktur BAPETEN meliputi dasar-dasar
pengawasan tenaga nuklir, pengenalan radiasi, efek biologi dan proteksi
radiasi, pengenalan alat ukur radiasi (AUR), pengenalan alat pelindung diri
(APD), serta dasar penanggulangan kedaruratan nuklir/ radiologi. Materi-materi tersebut disampaikan dengan tujuan pengenalan
manfaat dan risiko tenaga nuklir, sehingga peserta dapat memahami ancaman yang
timbul dari kedaruratan nuklir/
radiologi.
Pelatihan
ini merupakan pelaksanaan UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
Selain itu, demo penggunaan dan pembukaan Alat Pelindung Diri (APD) serta penanganan medis korban kedaruratan di tempat kejadian disimulasikan untuk memberikan gambaran singkat terhadap proses dan
tahapan penanggulangan kedaruratan nuklir. Acara ditutup oleh
Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Ir. Dedik Eko Sumargo dalam
sambutannya menyatakan harapannya agar koordinasi dan kolaborasi dengan
Kementerian Kesehatan kedepan dapat terus berkelanjutan dan dapat meningkatkan
kemampuan kesiapsiagaan dan keamanan. Acara diakhiri dengan pembagian
sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini. (AGB)
Latest News
- Perkuat Sinergi Lintas Sektor, BBKK Makassar Gelar Kegiatan Reviu Rencana Kontinjensi (Renkon) dan Table Top Exercise (TTX) di Pelabuhan Belang Belang
- Pemeriksaan Kesehatan Jemaah haji Tahap III Embarkasi Haji Makassar Tahun 2026: Implementasi Keputusan Menteri Haji dan Umrah No. 55 Tahun 2026 dalam Menjamin Kelaikan Terbang Jemaah
- Gerakan Integritas Bersama di Pelabuhan, BBKK Makassar Perkuat Komitmen Anti Korupsi dan Pelayanan Prima
- Kunjungan Kerja Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI pada Pelaksanaan ORI Campak di Kota Makassar
- Pelantikan Majelis Pembimbing dan Anggota serta Pimpinan dan Pengurus Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Pangkalan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar Masa Bakti 2026–2031